Logo Saibumi

Heboh, Sapi Kurban Lepas, Rusak Pagar & Nyaris Seruduk Warga

Heboh, Sapi Kurban Lepas, Rusak Pagar & Nyaris Seruduk Warga

Panitia Kurban Masjid Baitul Kirom dibantu warga Gang Swadaya 6 Kelurahan Gunung Terang berusaha menangkap sapi kurban yang lepas dan mengamuk. Penangkapan sapi tersebut berjalan selama lebih dari 1 jam dan diwarnai perusakan pagar rumah salah satu warga oleh sapi. | Foto: Deki Syaputra (saibumi.com)

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung – Warga Lingkungan 2, Kelurahan Gunung Terang Bandar Lampung dihebohkan oleh seekor sapi kurban yang lepas dari ikatan dan mengamuk serta mengejar warga yang coba untuk mendekatinya, Sabtu, 01 Agustus 2020.

Panitia kurban Masjid Baitul Kirom yang berada di Gang Swadaya 6 dibantu oleh belasan warga berusaha untuk mengejar dan menangkap sapi tersebut. Aksi penangkapan sapi kurban tersebut menghabiskan waktu kira-kira 1 jam lebih.

BACA JUGA: PT KAI Divre IV Tanjungkarang Perpanjang Pembatalan Operasional KA Penumpang Hingga 31 Agustus 2020

Dalam rekaman video yang diambil oleh warga setempat terlihat bahwa sapi sempat hampir berhasil ditangkap dengan cara melemparkan ikatan tali ke leher sapi tersebut. Namun, sapi melakukan perlawanan. Karena terlalu kuat tenaganya, sapi berhasil merusak tiang pagar milik warga yang menjadi tempat ikatan tali, sehingga tali pun kembali terlepas dan sapi berhasil kabur.

Bukan hanya itu, sapi tersebut kembali mengejar kerumunan warga yang berusaha mendekatinya sehingga membuat puluhan warga kocar-kacir dibuatnya.

Pengejaran pun kembali dilakukan, setelah kurang lebih satu jam warga melakukan pengejaran, sapi tersebut mulai kelelahan dan berhenti.

Terlihat dalam video, salah satu warga berusaha menjinakkan sapi dengan cara memberikan minum. Ternyata cara tersebut berhasil membuat sapi mendekat dan meminum air yang diberikan.

Tanpa menyia-yiakan kesempatan, warga segera melilitkan kembali tali ke leher sapi dan mengikatkan tali tersebut di pohon. Dan akhirnya sapi pun berhasil ditangkap.

Menurut Sujanda, warga yang berhasil menangkap sapi tersebut mengatakan, bahwa yang membuat sapi tersebut kabur adalah rasa ketakutan yang tinggi, sehingga sapi pun mengalami stress.

“Sebenernya yang membuat sapi ini kabur itu bukan karena sapinya yang galak atau liar, tapi dikarenakan rasa ketakutan, sehingga si sapi mengalami stres. Nah, kalau sapi udh stres pasti dia akan melakukan perlawanan dan berusaha kabur, bahkan dia akan menyerang warga yang berusaha mendekatinya, “ujarnya.

Demi menghindari sapi tersebut melakukan perlawanan kembali, panitia kurban terpaksa melakukan penyembelihan di tempat penangkapan. (*)

 

Laporan Reporter Saibumi.com : Deki Syaputra

BACA JUGA: Tambah Oli Lebihi Takaran, Ternyata Bikin Berat Mesin

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong