Logo Saibumi

Catat! Ini Cara Berobat Pakai Kartu BPJS Kesehatan

Catat! Ini Cara Berobat Pakai Kartu BPJS Kesehatan

Foto: Istimewa

Saibumi.com (SMSI) - Jika Anda sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), maka pasti punya kartu BPJS Kesehatan.

Kartu ini dapat dipakai untuk berobat dengan biaya yang terjangkau dan tidak mahal.

BACA JUGA: Yuk, Cek Kesehatan di Klinik Saibumi, Ada Promo Sepesial Hingga 25%

Selain itu, program pemerintah ini juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan serta menjamin fasilitas kesehatan.

Pemilik kartu BPJS Kesehatan berhak mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS.

Ada lima jenis pelayanan kesehatan yang bisa didapatkan, yaitu:

  1. Pelayanan kesehatan pertama, yaitu Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)
  2. Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, yaitu Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)
  3. Fasilitas persalinan untuk ibu melahirkan
  4. Pelayanan gawat darurat dengan menggunakan fasilitas IGD
  5. Pelayanan ambulans bagi pasien rujukan

Lalu, bagaimana cara berobat dengan menggunakan BPJS?

Dilansir dari laman resmi Portal Indonesia dan Kompas, Selasa, 4 Februari 2020, ada dua kondisi bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan untuk berobat.

Kondisi pertama, melalui fasilitas kesehatan pertama dan mengikuti prosedur selanjutnya.

Kondisi kedua, ketika kondisi darurat dan langsung masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Adapun syarat pertama agar bisa berobat adalah dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan sebagai bukti kepesertaan.

Kartu tersebut tak harus fisik, tapi bisa juga versi digital dengan mengunduh di aplikasi Mobile JKN di ponsel.

Berikut prosedur berobat dengan kartu BPJS Kesehatan:

Kondisi pertama

  1. Datang ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama (puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan) yang sesuai dengan pada kartu BPJS Kesehatan
  2. Pasien diperiksa di faskes tingkat pertama. Apabila menurut dokter perlu langkah berikutnya, akan dirujuk ke faskes rujukan tingkat lanjutan (rumah sakit)
  3. Di rumah sakit, pasien harus kembali menunjukkan kartu BPJS Kesehatan
  4. Pasien bisa saja mendapatkan pelayanan rawat jalan dan/atau rawat inap di RS jika dirujuk oleh dokter yang memeriksa
  5. Ada tiga kelas dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional, maka kelas saat rawat inap disesuaikan. Jika tak dapat menunjukkan nomor kepesertaan, pasien dirawat dengan tarif pasien umum
  6. Dokter bisa saja memberikan surat rujuk balik, sehingga pelayanan kesehatan kembali ke faskes tingkat pertama
  7. Jika dokter di RS tak memberikan surat keterangan kontrol, pemeriksaan selanjutnya kembali ke faskes tingkat pertama

Kondisi kedua

  1. Pasien bisa langsung ke IGD di rumah sakit dalam kondisi darurat
  2. Pasien (atau yang mendampingi) harus menunjukkan kartu BPJS Kesehatan berupa fisik atau digital di aplikasi Mobile JKN. Jika tidak, akan dimasukkan ke tarif pasien umum
  3. Pasien bisa mendapatkan pelayanan rawat jalan dan/atau rawat inap sesuai indikasi kesehatan. (*/ruslan)

BACA JUGA: Riset: Es Krim Punya Efek Candu seperti Narkoba, Begini Penjelasannya

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA